Antara Sabar dan Syukur

Syukur dan sabar

Seorang muslim yang baik akan menerima ujian kelapangan, kekayaan, kesihatan dan kenikmatan dengan sikap syukur.

Ia akan menerima ujian kesempitan, kemiskinan, penyakit dan kesusahan dengan sikap sabar.

Syukur dan sabar adalah sebaik-baik kenderaan untuk mengharungi ujian kehidupan.

Bagaimana cara yang benar untuk mengukur tingkat kesabaran dan kesyukuran kita? Tentang hal ini, sahabat Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada dua sifat yang jika terdapat pada diri seorang hamba, nescaya Allah mencatat hamba tersebut sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar. Dan barangsiapa pada dirinya tidak terdapat dua sifat tersebut, maka Allah tidak mencatatnya sebagai hamba yang bersyukur dan tidak pula hamba yang bersabar.

Barangsiapa melihat dalam perkara agama kepada orang yang posisinya lebih tinggi darinya, lalu ia mencontohi orang tersebut, dan dalam perkara dunia ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya sehingga ia memuji Allah atas kurnia yang dengannya Allah melebihkan dia dari orang lain tersebut, nescaya Allah mencatat dirinya sebagai seorang hamba yang bersyukur dan bersabar.

Syukur

Salam syukur dan sabar…
Selamat berpuasa sahabat…

Petikan daripada Facebook Dr. Ary Ginanjar, Pengasas ESQ 165

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *